Jumat, 14 Mei 2010

Potensi Lapangan Kerja Yang Tidak Berimbang Terhadap Angka kelulusan Perguruan Tinggi (PT)

Angka pengangguran terdidik, terutama sarjana makin meningkat tajam. para sarjana merupakan pengangguran potensial, namun perlu investasi besar untuk menciptakan lapangan kerja bagi mereka. nyaris tak ada lowongan kerja level menengah yang tak dibanjiri sarjana. kondisi ini memprihatinkan, sementara krisis keuangan global makin membuat para sarjana kesulitan kesempatan kerja.

Tahun 2008 indonesia mendapatkan rengking 1 di Asia dalam jumlah pengangguran tertinggi. hal ini dianggap mengancam stabilitas kawasan Asia meningkat secara keseluruhan jumlah penduduk indonesia lebih besar dari pada Negara-negara tetangga.

Dari data departemen Tenaga dan departemen pendidikan Nasional menyebutkan, perguruan tinggi (PT) di indonesia tahun in menciptakan 900.000 sarjana pengangguran. Banyak sumber memberi prediksi akan naiknya angka pengangguran di indonesia pada tahun 2009 sekitar 9%. Angka pengangguran terbuka di indonesia per Agustus 2008 mencapai 9.39 juta jiwa atau 8.39% dari total angkatan kerja. Angka pengangguran turun dibandingkan posisi Februari 2008 sebesar 9.43 juta jiwa (8.46%).

Badan Pusat Statistik melakukan survei tenaga kerja setiap Februari dan Agustus setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, pengangguran dengan gelar sarjana sekitar 12,59%. Jadi bisa dibayangkan berapa jumlahnya bila angka tersebut naik sekitar 9%.Dari data di atas, sudah sangat jelas Indonesia mempunyai permasalahan yang tidak ringan dalam mengatasi pengangguran, utamanya yang bergelar sarjana. Sudah kuliah bayar mahal, ujung-ujungnya menganggur juga. Bila tidak segera diatasi, angka ini bukannya semakin turun tapi akan melonjak naik. Apalagi bila mengingat tiap tahun ada dua gelombang wisuda di tiap Perguruan Tinggi (PT), maka tinggal mengalikan saja jumlah tersebut dengan jumlah PT di Indonesia.

Dari uraian Dekan Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata Dr Andreas Lako mengungkapkan, setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi tingginya pengangguran mahasiswa.

Pertama adalah faktor eksternal, yaitu menyempitnya lapangan kerja yang ada, pesatnya lulusan PT tidak diimbangi dengan permintaan dari dunia usaha.
Kedua dari PT, kebanyakan PT tidak mempersiapkan para lulusan untuk memiliki kompetensi yang memadai dan menjadikan mahasiswa mandiri.
Dan, yang terakhir adalah faktor internal, yaitu dari sarjana itu sendiri, ketika kuliah mereka justru tidak memanfaatkan waktu untuk mengambil ilmu semaksimal mungkin.

Jumlah pengangguran yang tinggi membuat semua orang bertanya, apa semua ini akibat dari kuranya peluang kerja atau memang sudah terlalu banyak sarjana????

Dari semua penjelasan dan riset yang dilakukan oleh departemen dalam jumlah angka pengangguran sarjana. Saat ini bukan hanya solusi tapi semua butuh pembuktian dari pemeintah dan perguruan tinggi untuk dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak bangsa yang menjadi korban pengangguran.

Sabtu, 08 Mei 2010

Teknik Sampling

Teknik Sampling


Sampel adalah bagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena suatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen atau unsur tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti dari sebagian elemen atau unsur tadi.


Agar hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel masih tetap bisa dipercaya dalam artian masih bisa mewakili karakteristik populasi, maka cara penarikan sampelnya harus dilakukan secara seksama. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel.


Populai atau universe adalah sekelompok orang , kejadian,atau benda, yang dijadikan objek penelitian. jika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah keseluruhan konsumen produk tersebut. jika yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan "X" , maka populasinya adalah keseluruhan laporan keuangan perusahaan "X" tersebut,jika yang diteliti adalah motivasi pegawai di departemen "A" maka populasinya adalah seluruh pegawai departemen "A" . Jika yang diteliti adalah seluruh efektifitas gugus kendali mutu (GKM) organisasi "Y" maka populasinya adalah seluruh GKM organisasi "Y".


Elemen /unsur adalah setiap satuan populasi. kalau dalam populasi tersebut terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen penelitian. Artinya dalam populasi tersebut terdapat 30 elemen penelitian. Jika populasinya adalah pabrik sepatu, dan jumlah pabrik sepatu 500, maka dalam populasi terdapat 500 elemen penelitian.


Syarat Sampel yang baik :

1. Akurasi / ketepatan

Yaitu tingkat ketidakadaan "bias" (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, maka makin akurat sampel tersebut.


2. Presisi

Yaitu memiliki tingkat presisi estimasi, karena presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi.

Belum pernah ada sampel yang bisa mewakili karakteristik populasi sepenuhnya. Oleh karena itu dalam setiap penarikan sampel senantiasa melekat kesalahan-kesalahan, yang dikenal dengan nama "sampling error" Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan diantara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi, makin tinggi pula tingkat presisinya. Walau tidak selamanya, tingkat presisi mungkin bisa meningkat dengan cara menambahkan jumlah sampel karena kesalahan mungkin bisa berkurang kalau jumlah sampelnya ditambah (Kerlinger, 1973).