Teknik Sampling
Sampel adalah bagian dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena suatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen atau unsur tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti dari sebagian elemen atau unsur tadi.
Agar hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel masih tetap bisa dipercaya dalam artian masih bisa mewakili karakteristik populasi, maka cara penarikan sampelnya harus dilakukan secara seksama. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel.
Populai atau universe adalah sekelompok orang , kejadian,atau benda, yang dijadikan objek penelitian. jika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah keseluruhan konsumen produk tersebut. jika yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan "X" , maka populasinya adalah keseluruhan laporan keuangan perusahaan "X" tersebut,jika yang diteliti adalah motivasi pegawai di departemen "A" maka populasinya adalah seluruh pegawai departemen "A" . Jika yang diteliti adalah seluruh efektifitas gugus kendali mutu (GKM) organisasi "Y" maka populasinya adalah seluruh GKM organisasi "Y".
Elemen /unsur adalah setiap satuan populasi. kalau dalam populasi tersebut terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen penelitian. Artinya dalam populasi tersebut terdapat 30 elemen penelitian. Jika populasinya adalah pabrik sepatu, dan jumlah pabrik sepatu 500, maka dalam populasi terdapat 500 elemen penelitian.
Syarat Sampel yang baik :
1. Akurasi / ketepatan
Yaitu tingkat ketidakadaan "bias" (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, maka makin akurat sampel tersebut.
2. Presisi
Yaitu memiliki tingkat presisi estimasi, karena presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi.
Belum pernah ada sampel yang bisa mewakili karakteristik populasi sepenuhnya. Oleh karena itu dalam setiap penarikan sampel senantiasa melekat kesalahan-kesalahan, yang dikenal dengan nama "sampling error" Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan diantara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi, makin tinggi pula tingkat presisinya. Walau tidak selamanya, tingkat presisi mungkin bisa meningkat dengan cara menambahkan jumlah sampel karena kesalahan mungkin bisa berkurang kalau jumlah sampelnya ditambah (Kerlinger, 1973).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar